Minggu, 31 Agustus 2014

Makalah Pengukuran Suhu Termometer




BAB I
PENDAHULUAN

A    A.       Latar Belakang
Suhu adalah besaran yang menyatakan derajat panas dingin suatu benda dan alat yang digunakan untuk mengukur suhu adalah termometer. Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat untuk mengukur suhu cenderung menggunakan indera peraba. Tetapi dengan adanya perkembangan teknologi maka diciptakanlah termometer untuk mengukur suhu dengan valid. Pada abad 17 terdapat 30 jenis skala yang membuat para ilmuan kebingungan. Hal ini memberikan inspirasi pada Anders Celcius (1701 - 1744) sehingga pada tahun 1742 dia memperkenalkan skala yang digunakan sebagai pedoman pengukuran suhu. Skala ini diberinama sesuai dengan namanya yaitu Skala Celcius. Apabila benda didinginkan terus maka suhunya akan semakin dingin dan partikelnya akan berhenti bergerak, kondisi ini disebut kondisi nol mutlak. Skala Celcius tidak bisa menjawab masalah ini maka Lord Kelvin (1842 - 1907) menawarkan skala baru yang diberi nama Kelvin. Skala kelvin dimulai dari 273 K ketika air membeku dan 373 K ketika air mendidih. Sehingga nol mutlak sama dengan 0 K atau -273°C. Selain skala tersebut ada juga skala Reamur dan Fahrenheit. Untuk skala Reamur air membeku pada suhu 0°R dan mendidih pada suhu 80°R sedangkan pada skala Fahrenheit air membuka pada suhu 32°F dan mendidih pada suhu 212°F.

B.      Rumusan Masalah
1.        Pengertian termometer
2.        Jenis – jenis  termometer
3.        Cara mengukur suhu tubuh dengan termometer
4.        Langkah pengobatan seteleh pengukuran suhu tubuh dengan menggunakan termometer.

C.      Tujuan dan Manfaat
Adapun tujuan dari penulisan karya tulis ini adalah sebagai berikut :
1.      Mengetahui penggunaan dan fungsi termometer.
2.      Memahami prinsip kerja dan komponen yang terdapat pada termometer.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1       Pengertian Termometer
Termometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu (temperatur), ataupun perubahan suhu. Istilah termometer berasal dari bahasa Latin thermo yang berarti bahang dan meter yang berarti untuk mengukur. Prinsip kerja termometer ada bermacam-macam, yang paling umum digunakan adalah termometer air raksa.
                                                   
Gambar 2.1 : Termometer

Termometer pertama sekali digagaskan oleh Galileo dengan menggunakan pemuaian gas. Tetapi termometer yang pertama sekali dikenal adalah termometer yang dibuat oleh Academi Del Cimento (1657-1667) di Florence. Termometer yang dikenal ini terdiri dari tabung kaca dengan ruang ditengahnya yang diisi air raksa atau alkohol yang diberi merah. (http;//en.wikipedia.org/wiki/thermometer).
                    Selain termometer raksa, berdasarkan perkembangan zaman, saat ini terdapat banyak jenis termometer, tetapi prinsip kerja sebenarnya sama. Bisanya, kita memanfaatkan materi yang bersifat termometrik ( sifat materi yang berubah terhadap temperatur ). Maksudnya, apabila suhu materi tersebut berubah, bentuk dan ukuran materi tersebut juga akan berubah. Kebanyakan termometer menggunakan materi yang bisa memuai ketika suhunya berubah.

2.2    Jenis-jenis Termometer
1.         Termometer menurut isinya dibagi menjadi :
a.)        Termometer Raksa dan Alkohol
               Termometer yang sering digunakan saat  ini terdiri dari tabung kaca, dimana terdapat alkohol atau air raksa pada bagian tengah tabung. Ketika suhu meningkat, alkohol atau air raksa yang berada didalam wadah akan memuai sehingga panjang kolom alkohol atau air raksa akan bertambah. Sebaliknya, ketika suhu menurun panjang kolom alkohol atau air raksa akan berkurang. Pada bagian luar tabung kaca terdapat angka-angka yang merupakan skala termometer tersebut. Angka yang ditunjukkan oleh ujung kolom alkohol atau air raksa merupakan nilai suhu yang diukur.
                  Jenis khusus termometer air raksa, disebut termometer maksimum, bekerja dengan adanya katup pada leher tabung dekat bohlam. saat suhu naik, air raksa didorong keatas melalui katup oleh gaya pemuaian. Saat suhu turun air raksa tertahan pada katup dan tidak dapat kembali ke bohlam dan membuat air raksa tetap didalam tabung. Air raksa akan membeku pada suhu -38,83 0C (-37,89 0F) dan hanya dapat digunakan pada suhu diatasnya. Untuk menghindarinya, termometer air raksa sebaiknya dimasukkan kedalam tempat yang hangat saat temperatur dibawah -370C (-34,60F). termometer ini mempunyai titik beku pada -61,10C (-78 0F). Marthen Kanginan (2002:219)
       Pada tabel dibawah ini dapat dilihat beberapa keuntungan dan kerugian termometer :
Jenis       
termometer
Keuntungan
Kerugian
Air Raksa
·         Raksa mudah dilihat karena mengkilap
·  Volume raksa berubah secara teratur ketika terjadi perubahan suhu.
·  Raksa tidak membasahi kaca ketika memuai atau menyusut.
·    Jangkauan suhu raksa cukup lebar dan sesuai untuk pekerjaan laboratorium.
·  Raksa dapat terpanasi secara merata sehingga menunjukkan suhu cepat dan tepat.
·         Raksa mahal
·          Raksa tidak dapat digunakan utuk mengukur suhu yang sangat rendah.
·         Raksa termasuk zat berbahaya sehingga termometer raksa berbahaya jika tabungnya pecah.
Alkohol
·     Alkohol lebih murah dibandingkan raksa.
·   Alkohol teliti karena untuk kenaikan  suhu yang kecil, alkohol mengalami perubahan volume yang besar.
·  Alkohol dapat  mengukur suhu yang sangat dingin (suhu daerah kutub). Karena titik beku alkohol sangat rendah yaitu -1120C.
·         Alkohol memiliki titik didih rendah yaitu 78 0C, sehingga pemakaiannya terbatas (antara lain tidak dapat mengukur suhu air ketika mendidih)
·          Alkohol tidak berwarna, sehingga harus diberi warna terlebih dahulu agar mudah dilihat.
·         Alkohol membasahi (melekat) pada dinding kaca.


2.         Termometer berdasarkan penggunaannya :
a).       Termometer Klinis
Termometer ini khusus digunakan untuk mendiaknosa penyakit dan bisanya diisi dengan raksa atau alkhohol. Termometer ini mempunyai lekukan sempit diatas wadahnya yang berfungsi untuk menjaga supaya suhu yang ditunjukkan setelah pengukuran tidak berubah setelah termometer diangkat dari badan pasien. Skala pada termometer ini antara 35°C sampai 42°C.

               
Gambar 2.2 : Termometer Klinis

b).       Termometer Laboratorium
Termometer ini menggunakan cairan raksa atau alkhohol. Jika cairan bertambah panas maka raksa atau alkhohol akan memuai sehingga skala nya bertambah. Agar termometer sensitif terhadap suhu maka ukuran pipa harus dibuat kecil (pipa kapiler) dan agar peka terhadap perubahan suhu maka dinding termometer (reservoir) dibuat setipis mungkin dan bila memungkinkan dibuat dari bahan yang konduktor.

                                               
Gambar 2.3 : Termometer Laboratorium
  
c).       Termometer Ruangan
Termometer ini berfungsi untuk mengukur suhu pada sebuah ruangan. Pada dasarnya termometer ini sama dengan termometer yang lain hanya saja skalanya yang berbeda. Skala termometer ini antara -50°C sampai 50°C .

                                                       
Gambar 2.4 : Termometer Ruangan

d).       Termometer Digital
Karena perkembangan teknologi maka diciptakanlah termometer digital yang prinsip kerjanya sama dengan termometer yang lainnya yaitu pemuaian. Pada termometer digital menggunakan logam sebagai sensor suhunya yang kemudian memuai dan pemuaiannya ini diterjemahkan oleh rangkaian elektronik dan ditampilkan dalam bentuk angka yang langsung bisa dibaca.

                                                   
Gambar 2.5 : Termometer Digital


e).       Termometer Bimetal
Merupakan termometer yang menggunakan bahan bimetal sebagai alat pokoknya. Ketika terkena panas maka bimetal akan bengkok ke arah yang koefesiennya lebih kecil. Pemuaian ini kemudian dihubungkan dengan jarum dan menunjukkan angka tertentu. Angka yang ditunjukkan jarum ini menunjukkan suhu benda.

                                                
Gambar 2.6 : Termometer Bimetal

2.3    Skala Termometer
                   Agar  termometer bisa digunakan untuk mengukur suhu maka perlu ditetapkan skala suhu. Terdapat dua skala suhu yang sering digunakan, antara lain skala celcius dan skala Fahrenheit. Skala yang paling banyak digunakan saat ini adalah skala celcius. Skala fahreheit paling banyak digunakan di Amerika Serikat, skala suhu yang cukup penting dalam bidang sains adalah skala mutlak atau kelvin. Halliday Resnick (1978:705)
                   Titik tetap celsius dan skala fahrenhait menggunakan titik beku dan titik didih air. Titik beku suatu zat merupakan temperatur  dimana wujud padat dan wujud cair berada dalam keseimbangan (tidak ada perubahan zat). Sebaliknya,titik didih suatu zat merupakan temperatur dimana wujud zat cair dan gas berada dalam keseimbangan. Perlu diketahui bahwa titik beku dan titik didih selalu berubah terhadap tekanan udara, karena itu, tekanan perlu kita tetapkan terlebih dahulu. Biasanya digunakan tekanan standar, yaitu 1 atm. Yusrizal (2009:151).

2.4      Cara Mengukur Suhu Tubuh dengan Termometer
Ada 3 cara untuk mengukur suhu tubuh, yaitu: melalui dubur, mulut dan di bawah ketiak. Yang perlu diingat adalah suhu yang diukur melalui dubur lebih tinggi 0,5 derajat celcius dibandingkan suhu yang diukur melalui mulut. Suhu yang diukur di bawah ketiak lebih rendah 0,5 derajat celcius dibandingkan suhu yang diukur melalui mulut. Cara yang mana saja dapat digunakan sesuai situasi dan kondisi yang mungkin. Yang penting saat berkonsultasi dengan dokter jangan lupa disebutkan bagaimana cara mengukur suhu tubuhnya.
a).        Langkah-langkah untuk mengukur suhu tubuh melalui dubur (untuk bayi) :
1.    Beri jeli atau pelumas pada ujung termometer.
2.    Baringkan bayi dalam posisi tengkurap.
3.    Masukkan ujung termometer ke dalam dubur bayi kurang lebih sedalam 3,5 cm.
4.    Diamkan selama 3 menit, bayi tetap dalam posisi tengkurap.
5.    Keluarkan termometer dari dubur bayi dan bacalah hasilnya.
b).       Langkah-langkah untuk mengukur suhu tubuh melalui mulut :
1.    Letakkan ujung termometer di bawah lidah.
2.    Tutup mulut selama 3 menit.
3.    Keluarkan termometer dari mulut dan bacalah hasilnya.
c).        Langkah-langkah untuk mengukur suhu tubuh di bawah ketiak :
1.    Letakkan termometer di bawah ketiak dengan posisi lengan ke arah bawah.
2.    Silangkan lengan di depan dada.
3.    Tunggu sekitar 5 menit.
4.    Keluarkan dan baca hasilnya.

2.5   Langkah Pengobatan Seteleh Pengukuran Suhu Tubuh dengan Menggunakan Termometer.
Jika setelah diukur dengan termometer terbukti demam, maka Anda dapat melakukan beberapa hal, tergantung suhu yang terukur, yaitu:
1.        Jika suhu tubuh tidak lebih dari 38,9 derajat celcius maka tidak perlu diberikan obat penurun demam.
2.      Jika suhu tubuh melebihi 38,9 derajat celcius, maka dapat digunakan obat penurun demam seperti acetaminofen atau paracetamol, dengan dosis 10-15 mg/kg berat badan/kali.
3.        Jangan berikan aspirin pada anak-anak karena dapat menyebabkan efek samping yang  dapat menyebabkan kematian.

Yang perlu diperhatikan lagi adalah kebutuhan cairan. Demam meningkatkan kebutuhan akan cairan. Setiap kenaikan suhu tubuh sebesar 1 derajat celcius, maka kebutuhan cairan meningkat sebanyak 12,5%. Oleh karena itu, orang yang demam tidak boleh kekurangan cairan sehingga disarankan untuk banyak minum.
Pada kasus-kasus seperti di bawah ini sangat dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter, yaitu:
1.    Bayi berusia kurang dari 3 bulan dengan suhu dubur sama dengan atau lebih dari 38 derajat celcius.
2.    Bayi berusia lebih dari 3 bulan dengan suhu dubur sama dengan atau lebih dari 38,9 derajat celcius.
3.       Bayi yang baru dilahirkan dengan suhu dubur kurang dari 38,1 derajat celcius.
4.       Anak berusia kurang dari 2 tahun dengan demam lebih dari 1 hari.
5.       Anak berusia 2 tahun atau lebih dengan demam lebih dari 3 hari.
6.        Orang dewasa dengan suhu dubur lebih dari 39,4 derajat celcius atau demam lebih dari 3 hari.
7.  Jika demam disertai gejala-gejala seperti: sakit kepala berat, pembengkakan hebat pada tenggorokan, ruam kulit, mata menjadi sensitif terhadap cahaya terang.
8.         Kaku pada leher dan nyeri saat kepala ditundukkan.
9.         Gangguan kesadaran.
10.     Muntah yang terus menerus.
11.     Sulit bernapas atau nyeri dada.
12.     Nyeri perut atau nyeri saat buang air kecil.

2.6    Cara Kerja Termometer
                   Adapun cara kerja termometer secara umum adalah :
1.       Sebelum terjadi perubahan suhu, volume air raksa berada pada kondisi awal.
2.      Perubahan suhu lingkungan disekitar termometer direspon air raksa dengan perubahan volume.
3.   Volume merkuri akan mengembang jika suhu meningkat dan akan menyusut ketika suhu menurun.
4.      Skala pada termometer akan menunjukkan nilai suhu sesuai keadaan lingkungan.


BAB III
PENUTUP

A.     Kesimpulan
Termometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu (temperatur), ataupun perubahan suhu. Istilah termometer berasal dari bahasa Latin thermo yang berarti bahang dan meter yang berarti untuk mengukur. Prinsip kerja termometer ada bermacam-macam, yang paling umum digunakan adalah termometer air raksa.
Jenis – Jenis  Termometer
1.         Termometer menurut isinya dibagi menjadi :
a).       Termometer cair
b).       Termometer padat
c).        Termometer digital
2.         Termometer berdasarkan penggunaannya :
a).        Termometer klinis
b).        Termometer laboratorium
c).        Termometer ruangan
d).        Termometer digital
e).        Termometer bimetal


B.    SARAN
Dalam melakukan pengukuran suhu badan harus di perhatikan alat ukur yang di gunakan karena alat ukur termometer ada beberapa macam sesuai dengan daerah tubuh yang akan di ukur suhunya.


DAFTAR PUSTAKA


1.        http://id.wikipedia.org/wiki/Termometer
4.    Fred Landis Microsoft Encarta Reference Library 2005





 

2 komentar:

  1. thanks ya... sangat membantu makalahnya..

    BalasHapus
  2. The Buffet at the Wynn, Las Vegas - MapyRO
    The Buffet at the Wynn · Breakfast · Brunch · Lunch · 제주도 출장안마 More. This is a 김천 출장샵 full-service restaurant that is 안동 출장안마 perfect 충청북도 출장안마 for those seeking a 원주 출장안마 truly extraordinary

    BalasHapus